|
Sumber: http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=59935
Proses pencetakan soal-soal Ujian Nasional (UN) 2010 dikontrol ketat. Perusahaan-perusahaan percetakan yang memenangkan lelang pencetakan soal UN harus mengikuti sistem yang ditentukan oleh penyelenggara UN. Mulai dari prosedur, panduan, pengamanan, dan waktu pencetakan dirancang secara khusus.
"Percetakan bukan bekerja semaunya. Sistemnya juga bukan semaunya. Semua sudah dikontrol dengan sangat ketat oleh dinas (pendidikan)", kata Direktur Utama PT. Balai Pustaka Zaim Uchrowi kepada wartawan di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) , Jakarta , Rabu (24/3).
Zaim mengatakan, para pelaksana teknis pencetakan materi UN adalah karyawan Balai Pustaka dibantu beberapa kontributor tetap. Menurutnya, hal ini akan mempermudah dalam sistem pengamanan. "Orang tidak bisa sembarang keluar masuk dan pintu ditutup.Khusus mengenai Ujian Nasional ini, kalau orang masuk, pakai sepatu dan kaos kaki tidak boleh. Jadi sepatu harus ditanggalkan dan masuk hanya boleh pakai sandal jepit," katanya.
Kemudian, kata dia, untuk proses pencetakan menerapkan standar normal bagi perusahaan percetakan sekuritas yang mendapatkan lisensi dari BIN (Badan Intelijen Negara) untuk melakukan tugas-tugas khusus. "Kita pakai CCTV yang terus memonitor pergerakan dari semua orang," ujarnya.
Disebutkan, PT.Balai Pustaka sudah beberapa tahun terakhir ini memenangkan tender percetakan materi UN untuk wilayah DKI Jakarta. Pada penyelenggaraan UN 2010, perusahaan BUMN ini mencetak hampir 40 ribu sampul materi UN.
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Utama Perum Percetakan Negara Isnu Edhi Wijaya yang juga hadir di tempat tersebut. Dia menerangkan, kertas yang digunakan untuk materi UN menggunakan kertas biasa. Namun, lanjut dia, pengamanan yang dilakukan sangat ketat. Selain polisi, lanjutnya, ada pengawas dari dinas pendidikan sebanyak empat orang yang mengawasi selama 24 jam. "Kami juga memonitor kejadian dilapangan. Kita melakukan yang terbaik dan mendukung serta mensukseskan program-program pemerintah," ujarnya.
|